19

✅ Berikut Penjelasan Tentang Hukum Tahlilan Menurut Kiyai NU

Di negara Indonesia khususnya yang beragama islam pasti sudah tidak asing dengan istilah tahlilan atau yasinan, benar bukan ?

Karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam. Tahlil adalah acara yang diselenggarakan apabila ada keluarga yang meninggal dunia.

Penjelasan Singkat Cara Mengirim Doa Tahlil Khususon

cara-mengirim-doa-khususon

Pada acara tahlilan kita segenap keluarga dan tetangga bersama sama membacakan doa tahlil lengkap khususon kepada saudara yang sudah meninggal.

Dari banyaknya bacaan dan doa-doa dari kalimat tahlil yang dibaca bersama ada satu orang yang memimpin acara inilah yang sering kita sebut dengan tahlilan.

Pada umumnya acara ini dilakukan diwaktu bada’ magrib atau setelah shalat isya, setelah pemakaman selesai.

Tahlilan ini berlangsung selama 7 hari, apabila sudah mencapai 7 hari, acara tahlilan akan di sambung lagi pada 40 harian dan kembali membacakan doa tahlil khususon untuk orang yang sudah meninggal.

Setelah itu, berlanjut ke acara 100 hari dan akan dilakukan lagi satu tahun setelah hari meninggal dunianya, sampai pada yang terakhir 1000 harianya.

Namun di pulau jawa atau diberbagai daerah mempunyai ciri khas yang berbeda-beda ada yang cuma sampai 100 hari ada yang sampai 1000 hari.  Bagaimana dengan hukum tahlilan menurut agama islam? cek penjelasanya di bawah ini ya…

Sejarah Tahlilan 7 Hari Orang Meninggal 

sejarah-tahlilan

Apabila kita melihat dari sejarah Islam, acara yasinan atau tahlilan in tidak ada pada zaman Rasulullah Saw.

Bahkan acara tahlilan iini tidak ada juga pada zaman iman-iman besar contohnya seperti Imam Abu Hanifah, Imam Asy Syafi’i, Imam Malik, dan Imam Ahmad.

Pertanyaanya acara tahlil atau yasinan ini diadakan pada zaman siapa ?

Menurut dari sumber qurandansunnah.wordpress.com, awal mula adanya acara tahlilan ini dari upacara adat nenek moyang bangsa Indonesia, yang dimana dulunya mayoritas memeluk agama Hindhu dan Budha.

Upacara adat yang dilakukan nenek moyang ini ditujukan untuk menghormati dan mendoakan orang yang sudah meninggal.

Dengan masuknya agama Islam ke Indonesia secara perlahan ulama-ulama besar seperti Wali Songo akhirnya berdakwah tentang Islam sampai akhirnya banyak umat yang masuk kedalam agama Islam.

Yang tadinya upacara adat perlahan bercampur dengan bacaan ayat Al Quran dan kalimat dzikir-dzikir serta doa yang ditujukan kepada Allah Swt sebagai hadiah untuk orang yang sudah meninggal.

Hukum Tahlilan dan Yasinan 

hukum-tahlilan

Tahlilan adalah acara kirim doa dan dzikir untuk dihadiahkan kepada orang yang sudah meninggal. Jika kita perhatikan dengan seksama, acara tahlilan juga menyediakan hidangan yang siap saji untuk di tujukan kepada orang yang membaca doa tahlil.

Penyajian hidangan makanan siap saji pada acara tahlilan sudah menjadi hal yang lumrah dan kurang lengkap rasanya kalau tahlilan tanpa ada hidanganya.

Pada umumnya hal ini merupakan hal baik jika dilihat dalih yang diambil yakni istihsan yang bersifat umum.

Dalil yang menjadi dasar yakni dalil dari hadist dan ayat Al Quran yang menganjurkan umat muslim untuk membacakan ayat ayat suci Al Quran, dzikir serta doa khususon untuk orang yang meninggalkan.

Doa Tahlilan Khususon 7 Hari Orang Meninggal

hukum-doa-tahlilan

Dalam pembacaan ayat suci Al Quran, dzikir dan doa tidak bisa diatur dengan kehendak tertentu contohnya seperti yang ada dalam acara tahlilan dan yasinan.

Menurut sumber qurandansunnah.wordpress.com, rangkaian yang ada pada acara tahlil tidak pernah dipraktekan oleh Rasulullah dan para Sahabatnya.

Suatu amalan yang dilakukan tanpa merujuk kepada Rasulullah dan para sahabatnya tidak diperbolehkan di dalam agama Islam. Hal ini dikuatkan dengan adanya hadist Rasulullah SAW yang bunyinya seperti di bawah ini :

 ” Tidak ada suatu perkara yang bisa mendekatkan kepada Al Jannah (surga) dan menjauhkan dari An Naar (neraka) kecuali telah dijelaskan kepada kalian semuanya ” (H.R.th Thabrani)

Hadist di atas menjelaskan bahwa tidak ada suatu amalan yang baik dan semuanya sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW. Banyak hadist yang menjelaskan tentang hal ini contohnya seperti hadist di bawah ini :

 ” Barang siapa yang beramal bukan di atas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak “

Semoga dengan adanya ulasan ini dapat membantu anda dan menambah wawasan anda tentang hukum tahlilan. jika diantara anda belum ada yang tau bagaimana cara mengirim doa khususon 7 harian orang yang meninggal bisa cek Disini ya.

Link : Tata cara mengirim doa khususon yang baik dan benar.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply