660

✅ Gambar dan Tulisan Arab Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun yang benar

Pada waktu kita masih duduk bangku sekolah dasar, kita selalu diajarkan untuk mengucapkan Kalimat Istirja, (Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun), pada waktu mendengar berita kematian seseorang.

Apabila ada seseorang meninggal dunia, wajib hukumnya bagi kita yang beragama islam untuk mengurus jenazahnya mulai dari memandikan, mengkafani, serta melakukan sholat jenazah dan menguburkanya.

Akan tetapi kita juga bisa mengucapkan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun apabila kita mendengar seseorang terkena musibah, dan masih banyak lagi fungsi dan kegunaan dari kalimat istirja ini.

Pada kesempatan yang berbagai ini admin akan mengulas secara tuntas penulisan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun yang benar mulai dari bahasa arab, bahasa latin, arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, makna dan keutamaanya.

Contoh Bacaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun yang Benar

Ucapan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun ini mempunyuai makna yang sangat luas sekali, kalimat ini bisa kita gunakan pada saat mendengar berita kematian atau musibah, contoh bacaanya ada di bawah ini :

ucapan-innalillahi-wainnailaihi-roji'un

gambar kaligrafi innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Kalimat innalillahi wa inna ilaihi rojiun dalam bahasa arab

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎,

Arti Kalimat innalillahi wa inna ilaihi rojiun

“Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali.”

Makna Kalimat innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Makna dari kalimat “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun ” mempunyai pengertian yakni sesungguhnya kami ialah milih ALLAH SWT dan hanya kepada ALLAH SWT kami akan berpulang.

Baca Juga : Bacaan Surat Yasin dilengkapi dengan Tahlil dan Doa

Baca Juga : Pedihnya Siksa Api Neraka dan Penyebabnya

Jika anda membaca makna dari kalimat tersebut, anda akan melihat bentuk tawadhu seorang makhluk kepada penciptanya.

Bahwa sesungguhnya, semua yang ada di dunia ini hanya milih ALLAH semata. Apapun yang terjadi di dunia ini semua atas kehendak-Nya.

Kalimat Istirja terdiri dari beberapa suku kata dengan berbagai makna yang berbeda. Kalimat pertama ialah pernyataan bahwa kita semua adalah milik ALLAH SWT.

Dari sini, kita harus sadar bahwa sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, kita harus taat dan patuh akan perintahnya dan menjauhi segala laranganya.

Semua yang kita perbuat di dunia ini harus berdasarkan aturan dan ketetapan yang sudah digariskan oleh Allah swt.

Kalimat selanjutnya ialah bahwa kesadaran bahwa hanya kepada Allah kita akan kembali. Anda harus paham bahwa setelah kematian datang kepada kita, hanya Allah lah tempat kita berpulang.

Alam kubur sejatinya adalah pintu gerbang menuju alam akhirat. Dimana kita akan bertemu Allah untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita selama di alam dunia ini.

Tidak ada jalan keluar, tidak ada jalan tikus, tidak ada tempat untuk berlari, tidak ada tempat untuk kabur atau menghindar, semua manusia akan kembali sepenuhnya kepada ALLAH tanpa terkecuali.

Manusia terkadang lupa akan kehadiran Allah karena kesombongan dan keangkuhanya, mereka merasa mampu tanpa bantuan Allah sedikitpun.

Kabar duka yang sering kita terima, menjadi alarm atau pengingat bahwa semua manusia pada dasarnya akan mati.

Ketika ruh sudah meninggalkan jasad tidak ada satu hal di dunia ini yang perlu untuk disombongkan.

Itulah mengapa ketika mendengar berita kematian atau berduka cita, kita diwajibkan mengucap kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun.

Baca Juga : Ternyat Benar adanya Siksa Alam Kubur, Ini Buktinya

Allah Berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah Ayat 156 yang berbunyi : 

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya :

“(yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa mushibah, mereka mengucapkan, “Innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiuun.” (QS. Al-Baqarah ayat 56).

Pada kesimpulan ayat surat Al Baqarah yakni Allah memerintahkan kepada kita untuk mengucapkan kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun ketika mendengar kabar duka atau mendengar berita kematian.

Penggunaan Kalimat Istirja yang Benar

Perlu anda ketahui bahwa dalam hal ini, musibah tidak meliputi tentang kematian saja. Hal ini merupakan pengetahuan umum yang harus kita bahas terlebih dahulu.

Saat duduk di bangku sekolah dulu, pengucapan kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun pada saat mendengar seseorang terkena musibah atau orang yang meninggal dunia sebagai doa takziah.

Akan tetapi, kalimat ini mempunyai kegunaan yang lebih luas, tidak melulu tentang musibah kematian saja, namun semua musibah yang menimpa diri kita dan orang lain harus diiringi dengan kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun.

Jika seandainya anda mengalami kecelakaan di perjalanan, tapi ya audzubillahmindalik ya, seandainya maka wajib hukumnya mengucapkan kalimat istirja.

Begitu juga kalau anda mendapatkan musibah contohnya seperti rumah kemalingan barang semua di curi dan tak tersisa, wajib hukumnya untuk mengucapkan kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun.

Keutamaan Kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun

Kalimat istirja bukan kalimat biasa yang bisa sembarangan kita ucapkan. Bukan rangkaian kata kata yang sederhana dalam bahasa keseharian kita.

Kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun merupakan kalimat doa yang mendatangkan keberkahan karena keutamaanya yang luar biasa.

Contoh keutamaan kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun :

1. Mampu Mengurangi Beban Di Dalam Hati

Banyak orang yang stress dan depresi karena kehilangan orang yang dia sayang. Mereka menjadi lupa diri dan terus meratapi kejadian pilu tersebut.

Sampai pada akhirnya menjadi beban di dalam hati dan kehidupanya, karena kepikiran terus menerus. Dengan mengucap kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, kita dapat belajar mendinginkan hati.

Beban yang berat dalam hidup akan terangkat sedikit demi sedikit, kita pasrahkan dan percayakan saja sama Allah. Rasa penyesalan yang masih ada akan perlahan menghilang seiring berjalanya waktu.

Kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun ini mengajarkan kita bahwa tidak semua keinginan di dunia ini dapat kita capai. Musibah yang datang menjadi sebuah tanda bahwa sesungguhnya Allah sedang mempersiapkan yang terbaik buat kita.

Anda mungkin tidak akan diganti secara langsung, akan tetapi ingatlah bahwa Allah maha adil. Semua hal yang terjadi di dunia ini tidak akan ada yang bisa lolos dar pengawasanya, semua perbuatan pasti akan ada balasanya.

2. Meningkatkan Rasa Ikhlas dan Tawakal Dalam Diri

Rasa ikhlas untuk melepaskan merupakan salah satu rasa yang sangat sulit untuk diterima oleh manusia. Beratnya menanggung rasa kehilangan menjadikan kita seakan-akan tidak percaya dan menerima kenyataan yang sudah terjadi.

Padahal, kita sepenuhnya menyadari bahwa rasa kehilangan itu pasti adanya di dunia ini. Segala hal yang kita punya di dunia ini hanyalah titipan dan sewaktu-waktu dapat diambil oleh-Nya (Allah Swt).

Dengan mengucapkan kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, kita bisa belajar untuk mengikhlaskan. Karena Allah swt yang menganugerahkan, maka pada Allahlah anugrah itu kembali.

Salah satu contohnya kita kehilangan seseorang yang kita sayangi, sesayang apa kita pada orang itu, sekuat apapun kita menjaganya, namun jika Allah menginginkan ia untuk kembali kita sebagai sesama hamba bisa apa?

Hanya bisa mengucap kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun dan belajar untuk mengikhlaskan atas kepergianya.

3. Mendapatkan Kesabaran dalam Menghadapi Ujian

Selain belajar untuk mengikhlaskan perlu di imbangi dengan mengucap kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun untuk meningkatkan kesabaran.

Anda akan merasakan kesabaran yang lebih untuk menghadapi suatu musibah. Kesabaran ini akan membantu anda untuk melewati semua musibah yang terjadi.

Hidup anda akan terasa lebih ringan dan tidak ada lagi tekanan yang menimpa dalam kehidupan anda berikutnya.

Ucapan buruk tidak akan terlontar lagi dari mulut anda, kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun ini sangat efektif untuk diucapkan ketika mendengar saudara atau teman kita yang sedang terkena musibah.

Inti dari kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT. Menerima dengan lapang dada atas semua keputusan dan ketetapan takdir yang gusti Allah berikan kepada kita.

Menyadari dengan sepenuh hati bahwa tidak ada satupun hal di dunia ini yang menjadi milik kita sepenuhnya. Orang tua, anak, jabatan, harta, tahta, wanita semua hanyalah titipan yang sewaktu waktu bisa diambil kembali oleh Allah Swt.

Maka dari itu, kapapun dan dimana kita berada kita selalu siap kehilangan apa yang sudah kita punya sekarang. Cukup miliki Allah di dalam hati, maka semua musibah tidak ada yang terasa berat.

Sekian ulasan tentang kalimat istirja atau kalimat berduka cita serta keutamaan Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Semoga dengan adanya ulasan yang singkat ini dapat menambah wawasan anda.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply