1
25

✅ Doa Menyembelih Hewan Qurban Lengkap Beserta Maknanya

Tidak terasa hari raya qurban sudah tiba, kita bisa menyaksikan umat islam di seluruh dunia berbondong-bondong melaksanakan sunnah yang diajarkan baginda Nabi Muhammad.

Apa saja sunnah yang diajarkan baginda nabi? diantaranya melaksanakan shalat sunnah Idul Adha, dan memotong hewan qurban.

Apa Pengertian Qurban?

doa-menyembelih-hewan-qurban

Qurban berasal dari bahasa arab “Qurban” (قربان) yang artinya dekat. Binatang yang bisa dijadikan hewan quran yakni sapi, kambing, kerbau, unta.

Hewan-hewan tersebut disembelih pada hari tasyriq sebagai wujud,rasa syukur kepada Allah.

Penyembelihan hewan qurban bisa dilaksanakan pada tanggal 10 zulhijah setelah melaksanakan shalat ied.

Makna dari penyembelihan hewan qurban bukan hanya untuk menyempurnakan ibadah, namun didasari dengan kisah Nabi Ibrahim ketika mendapat perinrah untuk menyembelih putra kandungnya yang bernama Ismail.

Dalil Qurban Dalam Al Quran

Berikut 2 dalil berkurban yang ada di dalam al quran :

Allah berfirman dalam Al Quran surat Al – Kautsar ayat 1 – 3 :

اِنَّاۤ اَعۡطَیۡنٰکَ الۡکَوۡثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّکَ وَ انۡحَرۡ اِنَّ شَانِئَکَ ہُوَ الۡاَبۡتَرُ

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar ayat 1-3).

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al-Hajj ayat 36 :

وَ الۡبُدۡنَ جَعَلۡنٰہَا لَکُمۡ مِّنۡ شَعَآئِرِ اللّٰہِ لَکُمۡ فِیۡہَا خَیۡرٌ ٭ۖ فَاذۡکُرُوا اسۡمَ اللّٰہِ عَلَیۡہَا صَوَآفَّ

 

Artinya:

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri” (QS. Al-Hajj ayat 36).’

Hukum Berqurban Idul Adha dalam Islam

Dalam agama ibadah berqurban ini hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnah yang dianjurkan.

Bagi semua umat muslim yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal tersebut, maka ia hukumnya makruh.

Sebagaimana Rasulullah bersabda :

“Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)

Inti dari sabda Rasulullah yakni “ingin berkorban” merupakan dalil bahwa ibadah qurban ini hukumnya sunnah, bukan wajib apabila dikerjakan mendapat pahala jika ditinggalkan tidak mendapat dosa.

Niat Berqurban Sesuai Sunnah

Jika kalian pernah mengatami dari tahun ke tahun, kuantitas orang yang melakukan ibadah qurban terus mengalami peningkatan, artinya semakin banyak hewan qurban yang disembelih pada hari raya Idul Adha.

Sebuah hal positif yang patut untuk kita syukuri. ternyata dari tahun ke tahun kesadaran umat islam untuk berqurban terus mengalami kenaikan.

Akan tetapi, di samping rasa syukur banyaknya orang yang berqurban  ini mengindikasikan semakin tingginya keshalihan orang tersebut?

Untuk menjawab hal ini, kita perlu memeras pikiran sejenak sembari memandang realitas empiris yang ada di sekitar kita.

Setidaknya ada 2 kemungkinan yang melatarbelakangi orang tersebut untuk ikut berqurban diantaranya sebgai berikut :

1. Berqurban karena ingin lebih dikenal banyak orang

Berqurban di hari raya Idul Adha merupakan sebuah prestise yang hanya berfungsi sebagai alat untuk mencari kepopularitas, menjaga gengsi, dan sebagai topeng untuk menutupi keburukan diri sendiri.

Dengan memberikan puluhan hewan qurban, masyarakat dengan senang menilai kita sebagai seseorang yang dermawan.

Bahkan bisa dikatakan sebagai orang kaya dan sederet julukan mulia lainya. Semoga kita di jauhkan dari sifat seperti ini Na’udzubillah. 

2. Berqurban dengan rasa ikhlas mematuhi perintah Allah SWT

Berqurban dengan rasa ikhlas serta mengharap pahala dari Allah Swt dan didasari oleh kesadaran beribadah qurban.

Dengan niat yang seperti ini orang yang berqurban sudah melakukan ibadah social yang bercermin pada perilaku social bermasyarakat.

Dari kedua kemungkinan diatas, kira-kira termasuk kelompok mana masyarakat kita untuk saat ini ?

Sudah sepatutnya untuk diberi sangsi apabila kelompok nomor 2 yang menjadi jawaban kita. Karena melalui kacamata yang objektif tentu kita akan menyalahkan bahkan membatah atas jawaban itu.

Pada kenyataanya sampai detik inipun, kita bisa melihat substansi mentalitas negative yang masih bersemayam dalam diri masyarakat.

Jika memang motivasi berqurban ini dilandasi oleh kesadaran bahwa yang mampu sudah sewajibnya untuk menyumbangkan hartanya dengan niat untuk ibadah.

Pasti kita sudah melihat dampak mentalitas positif yang sangat signifikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Doa Menyembelih Hewan Qurban

Supaya ibadah qurban kita mempunyai makna yang sempurna, kurang lengkap jika kita tidak membaca niat pada saat berqurban.

Rasulullah menyunnahkan umat nya untuk membaca niat sebelum melaksanakan sunnahNya seperti menyembelih hewan qurban ini, kita disunnahkan membaca doa menyembelih hewan qurban seperti berikut ini :

Doa Menyembelih Hewan Qurban / Aqiqah

doa-menyembelih-hewan-qurban

Bacaan Doa Menyembelih Hewan Qurban Bahasa Arab

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

Bacaan Doa Menyembelih Hewan Qurban Bahasa Latin

“Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka, Hadza ‘annaa”

Arti Doa Menyembelih Hewan Qurban  

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu dan untuk-Mu. Qurban ini dariku.” (HR. Muslim dan Baihaqi).

Jika menyembelih hewan qurban milik orang lain bagaimana bacaanya ? aka pada bacaan “qurban ini dariku” (هَذَا عَنِّي) diganti dengan “qurban ini atas nama fulan” (هَذَا عَنْ فُلَانٍ), sebutkan nama yang memiliki hewan qurban tersebut.

Bacaan Doa menyembelih Hewan Qurban Milik Orang Lain

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

 

Artinya:

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu dan untuk-Mu. Qurban ini atas nama fulan.” (HR. Muslim dan Baihaqi).

“Alirkanlah darah dengan apa yang kamu kehendaki dan sebutlah nama Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim).

Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban Menurut Syariat Islam

Kurang lengkap rasanya jika sudah tau apa itu qurban, niat serta doa menyembelih hewan qurban dan juga artinya, namun kita tidak tau maknanya. Nah berikut 5 makna doa menyembelih hewan qurban.

  • Membaca Bimillah

Doa merupakan rangkaian dari ritual akhir pada saat penyembelihan hewan qurban. Maka dari itu untuk mengawali sebuah doa kita membaca Bismillah terlebih dahulu yang artinya “dengan nama  allah”.

Dalam hal ini ketika kita ingin menyembelih hewan qurban, langkah pertama kita niat dan membaca bismillah yakin apa yang kita lakukan ini untuk Allah dan disaksikan oleh Allah.

  • Membaca Sholawat Nabi

Setelah membaca basmallah kemudian di iringi sholawat nabi dengan memlafalkan kalimat berikut :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, wa alâ âli sayyidinâ Muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad dan keluarganya.”

  • Menghadap ke Arah Kiblat

Tata cara menyembelih hewan qurban yang ketiga yakni menghadap ke arah kiblat baik itu hewan maupun orang yang menyembelih.

Dalam hal ini, posisi hewan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri dan posisi leher dianjurkan menghadap ke arah kiblat.

  • Membaca Takbir sebanyak 3 kali

Setelah posisi penyembelihan sudah benar sebelum menyembelih disunnahkan memlafalkan kalimat takbir seperti dibawah ini sebanyak 3 kali :

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya : “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

  • Membaca Doa Setelah Menyembelih Hewan Qurban

Sebagaimana sunnah baginda nabi Muhammad SAW setelah membaca takbir sebanyak 3 kali, dilanjutkan dengan membaca doa sebagai berikut :

 “Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm”

#Catatan

Sebagai catatan saja bahwa ketika ingin menyembelih hewan qurban hendaknya menggunakan alat yang tajam.

Ini didasari riwayat, bahwa baginda Nabi Muhammad pernah bersabda sebagai berikut.

“Seesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala hal… jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan baik. Hendaknya kalian mempertajam pisau dan menyenangkan sembelihannya.” (H.R. Muslim).

Begitu juga MUI (majelis ulama Indonesia) sudah menerbitkan fatwa bahwa standart penyembelihan halal, yang meliputi banyak hal, termasuk standart hewan yang boleh dijadikan hewan qurban.

Semoga dengan adanyar artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang menyembelih hewan qurban dengan cara yang baik dan benar.

Apabila ada kurang atau salahnya, bisa kasih masukan di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply